Dosen Pembimbing : Dra. Hj. Siti Nadroh, MA
Relasi Gender dalam Agama-Agama oleh, Epin Kurniasih

Minggu, Desember 08, 2013

Kwok Pui Lan

Posted by Unknown On 02.55 | No comments
Feminisme sebagai filsafat dan gerakan dapat dilacak dalam sejarah kelahirannyadengan kelahiran Era pencerahan di Eropa yang dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagudan Marquis de Condoreet. Perempuan di Negara-negara penjajah Eropa memperjuangkan apayang mereka sebut sebagai
universal sisterhood, Sejalan dengan perkembangan feminis diEropa, ternyata feminis pun berkembang di Asia. Salah satu tokoh feminis dari Asia yakniKwok Pui Lan.

Kwok Pui Lan adalah seorangperempuan Cinayang dibesarkan diHongkong. Iaadalah seorangteolog feminisdan teolog agama-agama diAsia. Ia juga merupakan anggotaGereja Anglikandan memperoleh pendidikan teologinya di Hongkong danAmerika Serikat.Sekarang ia mengajar diCambridge, Amerika Serikat. Ia aktif dalam dunia feminis danmenjadi teologfeminisdi negaranya. Pemikiran-pemikiran teologisnya ia gunakan dalam pendekatan post-kolonial. Kwok Pui Lan memulai teologi feminis post-kolonialnya denganmelukis ulang identitasnya sebagai perempuanKristenCina. Ia bersama perempuan Cinalainnya hidup di dalam tepian sejara dan gereja.

Meskipun demikian, Pui Lan melihat tepiansebagai titik berangkat ideal dalam berteologi feminis post-kolonial.

Ia melihat tepian secara positif sebagai tempat mengawali perlawanan.

Tepian menjauhkannya dari pengaruh negatif teologi yang dikerjakan kelas menengah Barat yang erosentrik.Sedangkan pemikirannya mengenai teologi agama-agama disebut olehnya sebagaiteologi post-kolonial tentang perbedaan agama.

Sesuai dengan nama post-kolonial yangdipakainya, Pui-lan memulai teologinya dengan menganalisis secara post-kolonial terhadapcara pandang kekristenan terhadap tradisi-tradisi religius yang lain selama ini, khususnya pada periode menguatnya kolonialisme politik Barat yang membawa pengaruh dan perubahan besar pada dunia, baik dunia Barat sendiri maupun dunia Timur yang dikuasai. Pengaruh dan perubahan besar tersebut meliputi semua aspek kehidupan, termasuk aspek religius.

0 komentar:

Posting Komentar

About

  • Artikel
  • E-Book